Ramadhan inilah DIRIku

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

Hadits di atas dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya kitab Ash-Shaum, bab Hal Yuqalu Ramadhan au Syahru Ramadhan no. 1898, 1899.

Saya sedikit merenungkan tentang hadits ini bahwa dibulan Ramadhan syetan dibelenggu, dan langsung muncul dibenak saya bahwa setiap perbuatan buruk manusia tentunya adalah bentuk dari manifestasi godaan syetan oleh karena itu hemat saya berarti saat Ramadhan seharusnya para Muslimin akan terbebas dari tindakan Syetan [buruk]. Namun demikian kok rasanya bagaikan panggang jahuh dari api, alih-alih menjadi soleh malah banyak Muslim yang tak jauh beda tindakannya dengan Syetan.

Memang benar banyak muslim yang berbondong-bondong salat tarawih berjamaah, solat subuh yang biasanya sepi peminatpun kini mendadak ramai namun disisi lain merekapun tak segan untuk bergumul dengan kemaksiatan disiang harinya mereka tetap tak menutup auratnya, mereka tetap melakukan riba, mereka tetap menggunjing dll. sedangkan disore harinya bukan menyibukkan diri untuk mengkaji Ilmu Islam lebih dalam namun malah mengumbar mata dan body untuk sekedar melepas dahaga menunggu waktu buka dengan aktifitas yang barang tentu syarat dengan kemaksiatan.

Sehingga cocok sekali jika kita coba tengok sebuah hadis yang bersumber dari Sahabat Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. pernah bersabda, “Banyak orang berpuasa yang tidak memperoleh apa-apa dari puasanya itu selain rasa lapar dan haus. Dan banyak orang melakukan qiyamullail (salat malam) tetapi tidak memperoleh apa-apa dari salat malamnya itu selain melek malam (tidak tidur) belaka.”(Dikeluarkan oleh Ibn Majah dan An-Nasa’i).

Oleh karenanya saat Ramadhan ini hendaknya bisa kita jadikan sebagai salah satu bulan penyadaran diri, bulan penilaian diri karena jika  dibulan ini saat syetan sudah dibelenggu saja kita masih berbuat maksiat apalagi di bulan lain saat syetan tak dibelunggu. sehingga tak salah jika saya menyebutkan bahwa saat inilah saat kita mengetahui siapa sebenarnya kita.

Dan terlepas dari semua itu sudah menjadi seharusnya kita saling memberi peringatan kepada saudara-saudara kita Muslim yang lain sebagaimana Rosululloh telah bersabda dalam haditsnya Sampaikanlah walau hanya satu ayat”. (HR.Bukhari)

Dan ternyata selama ini beginilah kwalitas Muslim saat ini mayoritas memang namun rendah kwalitas, mereka mungkin pura-pura amnesia bahwa kewajiban menjadikan Al quran sebagai petunjuk hidupun hanya dipilah dan dipilih sesuai kepentingan, jika dianggap tak cocok dengan mut [suasana hati] ya, dibuang begitu saja. Beginilah kaum Muslimin kini tak sadar bahwa telah terserang penyakit yang sangat ganas [sekulerisme] yang lambat namun pasti menjadikan aqidah kaum Muslimin terkikis bahkan sampai habis yang hany menyisakan kerangka yang tak kokoh dan sangat rapuh hingga mudah terombang-ambing.

Hingga saatnya sadarilah bahwa kita harus berubah, berubah bukan sembarangan berubah namun berubah benar-benar dalam perubahan yang hakiki yaitu perubahan dengan kembali menjadikan Al quran sebagai satu-satunya pedoman kehidupan.

2 thoughts on “Ramadhan inilah DIRIku

  1. sudah jadi rahasia umum saat ini kita lihat kalo keumuman orang kini suka bertindak semaunya dengan aturan semaunya, Yah..wajarlah kalo kitalihat begini jadinya

  2. wajar saat ini lebih banyak orang yang nyekuler dari pada yang bener sudah banyak yang sok bener tapi ga tau standarnya buatan siapa? asal westren dianggap paling bener asal gaya ga merhatiin etika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s