Antara KAKI-KAKI & MIMPI

Tempo hari saat perjalanan menuju ciputat dari terminal lebak bulus seperti biasa saya naik Angkot [angkutan kota] warna putih jurusan Lebak bulus-Ciputat kebetulan hari itu perjalanan ditempuh cukup lambat merayap dari jatinangor saya butuh waktu sekitar 5 jam perjalanan, ini waktu terlama yang pernah saya tempuh dengan rute menggunakan tol cipularang karena biasanya hanya butuh waktu dua jam saja, entah kenapa mungkin karena ada siKomo sedang lewat jadi jalanan hari ini nampak begitu padat hingga saya harus bergelut dengan beberapa penumpang lain agar dapat kursi tetapi karena tak ingin terlihat stress dengan situasi yang super ruwet macam ini maka saya berusaha untuk tak begitu memikirkan kenapa dan berusaha menikmati perjalanan kali ini karena terasa makain menarik bersama dengan calon penumpang lain berkompetisi untuk mendapatkan kursi , hingga sesekali harus lari, kadang harus mengalah dan juga kadang harus mengubah dan mencoba beberapa startegi.

Pun juga terlihat seru kompetisi diantara calon penumpang hari itu membuat saya semakin lupa tentang keluhkesah penatnya hari ini. Karena kondisi yang semakin panas dengan kompetisi bahkan kadang terlihat ada beberapa kandidat [calon penumpang bis] yang menggunakan cara-cara kurang sehat, sesekali saya tak ikut berkompetisi namun mencoba memperhatikan bebrapa saingan untuk sedikit memperhatikan karena hal ini terlihat sangat menarik untuk dipelajari sebagai sebuah bahan renungan kehidupan.

Sesekali saya menyaksikan bagai mana seorang suami istri [pasangan muda] harus berlari kesana kemari sampai sudah naik diatas mobil harus turun kembali karena merasa tak ada kursi yang bisa diduduki hingga nampak jelas dalam raut wajahnya ekspresi kecewa dan tertunduk lesu harus turun kembali dari bis yang sudah sekuat tenaga mereka kejar dan berebut dengan calon penumpang yang lain, walau demikian mereka berdua tetap sigap saat ada mobil datang lagi seakan tak tampak dari tingkah mereka sebuah penyesalan,  tanpa pikir panjang terus berlari mencari dan berkompetisi kembali dengan para kompititor yang lain.

Disisilain ada juga seorang teteh/mbakyu, uni, [ gadis berumur] dengan bawaan yang cukup lumayan hanya duduk diam berharap situasi akan cepat kembali normal sambil sesekali ikut juga berlari berkompetisi walaupun sejatinya lebih banyak mengomel yang menunjukkan situasi bahwa dirinya sedang kesal, sibuk menelfon kesana kemari untuk sekedar memberikan kabar terkait dengan kondisi dirinya yang sedang kesal kepada keluarga yang sedang menunggu disana. Diujung tempat menunggu itupun nampak sebuah rombongan anak muda tepatnya [mahasiswa] yang sibuk juga ikut berlari dan berkompetisi namun tak sesemangat pasangan muda tadi namun lebih banyak berdiskusi dengan bebrapa rombongannya untuk mengatur strategi dan berfikir bagaimana caranya tanpa menguras energi begitu banyak namun menghasilkan strategi yang cukup efektif, wajarlah berhubung mereka bertabiat seorang organisatoris semua dicoba untuk difikirkan dengan penuh perhitungan dan sembari tidak lupa update status di fb, twitter, dan koprol nya masing-masing bahkan sesekali menambahkan foto  situasi saat itu. Walaupun terlihat mereka banyak diam mungkin karena belum ketemu strategi yang tepat.

Namun dari semua itu ternyata ada juga beberapa penumpang  yang  terdiri dari gerombolan bapak – bapak [umur 30an lebih] dengan membawa cangkul yang dibungkus dan alat-alat galian yang sepertinya mereka ini adalah orang perantauan yang biasa kerja borongan menggali lubang dipinggir jalan di kota. Jika memperhatikan mereka prinsip kompetisi mereka cukup simpel yang terpenting mereka satu rombongan bisa terangkut sekali jalan walau dengan berdiri saja karena meraka sepertinya mengadopsi sebuah motto klasik  “makan ga’ makan asal kumpul”  itu sudah cukup buat mereka ditambah dengan tempat untuk sekedar menghapus rasa asam dengan merokok selama perjalanan, walau saya fikir ini mah rugi kenapa demikian, karena kalau dari segi biaya sama tapi fasilitas minim dan keamanan juga tak terjamin dan perlu disadari bahwa golongan penumpang seperti ini paling cocok jika menggambarkan kondisi kaum muslim di negeri ini, nekat mengadopsi hukum jahiliyah dan enggan untuk berjuang mencari solusi yang benar untuk merubah keadaan namun malah sibuk dengan keadaan yang ada dan terlena mencari jalan tengah [kompromi]  sehingga yang dirasakan bukan semakin  nikmat namun makin melarat dan jauh dari kesan keberkahan dan mungkin juga mera tak tahu atau ga mau tahu bahwa dalam hidup ini harusnya susah sulitnya perjalanan kita ga boleh menyerah dan terpaksa cari alternatif yang sebenarnya bukan solusi tapi malah diadopsi  ah.. ! sadarlah kalian bahwa Allah swt sang pencipta itu sangat ingin kalian berubah lebih baik. Bener sumpah dah ini lihat Allah sudah menjajikan perubahan pada kita, perhatiakan penggalan ayat dari Al quran surah. Ar-Ra’d [13]: 11

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”(TQS. Ar-Ra’d [13]: 11).

Nah sedikit dapat gambarankan bahwa dalam hidup ini kita harus tetap semangat untuk menuju perubahan agar kita ga capek Cuma mengeluh, Cuma menunggu, Cuma buat strategi tapi ga bergerak-bergerak, tapi hendaknya kita disisilain harus seperti kelompok mahasiswa diatas membuat strategi sebelum bertindak dan stelah bertindak agar aktifitas yang kita lakukan bisa maksimal namun tidak diam karena kita juga harus meneladani pasangan suami istri diatas yang tetap gigih pantang menyerah untuk mendapatkan tempat duduk dalam bis, bukan malah seperti mbak/teteh, uni diatas yang Cuma ngomel tanpa berbuat nyata dan janganlah menyerah menerima keadaan seperti gerombolan Bapak-bapak diatas. Dan satu lagi perlu diingat dalam mencari dan menetukan kearah mana perubahan itu harus kita tempuh dalam hidup ini maka carilah petunjuk itu dari yang Maha memberi petunjuk yang mengetahui siapa kita yang sangat sayang dengan kita yang selalu tanpa belas kasih tyanpa melihat siapa kita selalu memberikan kehidupan buat kita, Dialah Allah swt Sang Maha pencipta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s