the most important thing in this life, is not this life

Jika ada yang bertanya dengan anda  Apa yang paling penting didunia ini, maka  Apa yang akan anda jawab?

Kalau yang terpenting dalam hidup Anda saat ini adalah meneruskan hidup, maka apapun pekerjaan dan kegiatan yang anda lakukan, semata-mata tertuju untuk menghiasi dan mencukupi hidup. Lebih lugas lagi, mengumpulkan materi untuk menyambung hidup.

Bagi saya, “hidup bukanlah hal terpenting”.

Bagian terpenting dalam hidup kita, semestinya adalah menyiapkan bekal  bagi kehidupan abadi kelak setelah mati. Karena kehidupan yang sebenarnya, baru dimulai ketika nafas penghabisan berhembus.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Menyambung hidup penting. Tapi, memaknai hidup jauh lebih penting. Hidup yang bermakna adalah, ketika waktu hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika desah nafas, gerak langkah kita menyatu dalam pengabdian kepada Sang pemberi Hidup. Semua aspek hidup dijadikan media untuk meraih ridho Nya.

Dunia penuh dengan orang yang papa. Yang buntung lebih banyak dari yang beruntung. Kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan menganga. Namun, ketika satu sama lain saling membantu yang kelebihan menolong yang lemah, sepirit memaknai hidup menyala kembali. Sayang, yang kita temukan bukan kesenjangan berkurang, sebaliknya malah semakin tinggi.

Kesenjangan semakin lebar ketika krisis ekonomi datang bertubi-tubi. Bencana ekonomi seolah sudah menjadi kemestian. Datang tak diundang pergi tak permisi. Setiap tahun harga barang dan jasa seperti berkejaran. Sementara kemampuan daya beli sulit mengimbangi. Tolong menolong semakin sulit ditemui, digantikan oleh kompetisi dan manipulasi. Kerjasama palsu didengungkan demi untuk menyelamatkan kepentingan-kepentingan sempit dan golongan. Apa yang dikira solusi, ternyata jebakan.

Era baru ekonomi dan keuangan dunia yang ditandai oleh kemapanan sistem ekonomi dimana fiat money, fractional reserve requirement, dan interest  dianggap sebagai tiga pilar penting dalam sistem moneter dunia. Disebut era baru karena penggandaan uang begitu dasyatnya sehingga pertumbuhan sektor riil akan selalu tertinggal dari lompatan pertumbuhan sektor moneter. Dunia memasuki, apa yang disebut peraih nobel ekonomi, Robert Mundell,. Sebagai regim inflasi permanen.

Otoritas moneter berusaha mati-matian menghadang laju inflasi kebijakan inflation targeting. Tapi secanggih apapun pendekatannya, tidak pernah memutus akar inflasi. Tak akan bisa menyandingkan sektor moneter dan riil berdampingan. Ketimpangan yang akan terus memicu ketidakseimbangan ekonomi global. Beban yang akan terus terakumulasi dan siap setiap saat meledak menjadi krisis ekonomi.

Selama sistem yang sama masih dipergunakan, problem yang sekarang menghantui peradaban manusia tak akan pernah bisa diselesaikan. Selalu akan muncul korban dan tumbal. Problems can not be solved at the same level of awareness that created them, begitulah seorang  Albert Einstein pernah berujar.

Dari sinilah muncul kesadaran baru betapa sistem alternatif untuk menyelamatkan ekonomi dan peradaban manusia harus dikedepankan. Tidak ada kompromi. Pilihannya, bukan berdamai dengan sistem yang berlaku sekarang dengan segala resikonya, atau menentukan aturan baru yang sama sekali berbeda untuk menyelamatkan keadaan. Namun solusinya adalah kembali ke ISLAM dengan diterapkannya aturan islam [diterapkannya syariat islam dalam bingkai daulah khilafah islamiah] Islam merupakan mabda (prinsip ideologis) yang mengatur seluruh aspek kehidupan, bukan hanya sekedar agama ritual semata. Semua bukti sudah tergambar sudah 2/3 dunia pernah merasakan damai dan sejahtera dibawah aturan ISLAM [daulah khilafah islam] sebuah agama yang sempurna yang datang dari Sang maha pencipta yang dibuat tentu akan pas dengan kondisi kehidupan kita, masih kah ada pilihan saat Allah swt Sang pemilik dunia ini menentukan sebuah aturan kehidupan yang terangkum indah dalam bait-bait ayat al quran? Perhatikan penggalan TQS yusuf (12):105 – 111 berikut ini, semoga ini bisa menjadi pengingat, penyadar bagi jiwa-jiwa yang sedang gusar mencari pelarian kebenaran. Karena ini adalah pilihan yang harus kita pilih.

Banyak sekali tanda –tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling daripadanya. Sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, selain dalam kedaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, sedangkan mereka tidak menyadarinya? Katakanlah; “inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata. Maha suci Allah, dan aku tidaklah termasuk orang-orang musrik`. Kami tidak mengutus sebelum kamu selain orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka, tidaklah mereka bepergian di muka bumi, lalu melihat bagaimana akhir orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rosul). Sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka apakah kamu tidak memikirkannya? Dengan demikian apabila para rosul tidak memiliki harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang Kami kehendaki, dan tidak dapat ditolak siksa Kami terhadap orang-orang yang berdosa. Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka benar –benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang ada sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang berimnan.[TQS Yususf[12];105-111]

*memperhatikan kodisi dunia yang makin hari makin kacau saat drakula kapitalis terus menghisap hingga dunia kini makin tak berdaya dibawah cengkramannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s