UNKNOW

Bayangkan saja kalau Anda terbangun dan tiba-tiba semua orang menganggap Anda orang lain?

inilah awal mula dan inti cerita yang tergamblang apik dalam film ini, sebuah kisah tentang pencarian identitas. Sedikit saya mengambil kesimpulan diawal walau kesimpulan saya ini tak menyimpulkan isi film ini namun hanya berfikir sejenak tentang sebuah klu yang muncul dari dialog dalam film ini dimana saat pertama menyaksikan fim ini ada sebuah pesan yang menarik yang tersirat bagaimana pentingnya menilik dan memahami siapa kita? Yah sebuah identitas,sebuah pengetahuan mendasar tentang siapa kita, kenapa ini penting?

perlu diingat berbicara tentang sebuah realita kehidupan bahwa menjawab sebuah pertanyaan who am  I ? ini menjadi penting kenapa, karena realitas menggambarkan bahwa sebuah perubahan itu akan haqiqi jika perubahan itu berproses dari berfikir, dari sebuah  pengetahuan yang dipahami dengan benar dengan mengaitkan antara kita [manusia] alam semesta dan kehidupan serta bagai mana kita mengaitkan ke tiganya dengan sesuatu diluar kendali kita yang menjadi Raja dan pengatur semua ketiadaan itu? ya… dialah Sang pencipta. sehingga saat kita faham benar tentang proses itu maka kita akan semakin sadar bahwa kita adalah hanya sebuah mahluk yang kecil dan terbatas yang sangat butuh akan kasih sayang dan bantuan dari sang Maha Pencipta.

Penting menurut kacamata saya untuk mengarahkan langkah kita akan kemana hidup ini kita bawa?

Pasti sangat menakutkan. Mungkin itu juga yang dirasakan Dr. Martin Harris (Liam Neeson) dalam film ini saat semua orang tiba-tiba tidak mengenalinya lagi. Penggalan kisah ini pun menjadi menarik saat saya coba menerawang jauh coba untuk menganalogikan bagai mana saat di hari pembalasan [yaumul hisab] nanti saat tak ada yang peduli sedikitpun dengan kita yang ada hanya kita [amal ibadah kita ]  saat tak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Dan di film itu terkesan sebuah keputusan bulat yang diambil oleh Martin. Ia harus membuktikan siapa dirinya dan mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya. Begitu seharusnya kita saat kita yakin ada hari pembalasan [yaumul hisab] dan pada saat itu tak ada yang bisa membantu selain Dia, maka mari kita hari ini cari tahu siapa kita, siapa Dia dan bagaimana agar Dia rela memberikan pertolonngannya nanti saat raga ini tak lagi bernyawa, saat amal dan perbuatan yang akan membalasnya.

sedikit catatan renungan kehidupan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s