mu-ak

dia datang lagi, dengan ramah, senyum sumringah

saat mereka brefikir tentang kata, tentang cerita, tentang citra

tanpa sadar diri kita telah dikibuli dengan muka manisnya

taring tajamnya telah menusuk dalam dalam, menghisap pelan terus tanpa perlawanan

kenapa kalian tak sadar, racun kapitalisme telah menjalar disekujur tubuh kalian, dengan sekulerismenya yang membuat kalian makin melayang

kenapa kalian tak mendengar, malah bersembunyi dalam kepura puraan wahai penguasa busuk yang selalu bermesraan dengan imperialisme

aku heran dengan sikap mu yang berlaga lugu namun penuh dengan tipu

sadarlah wahai kalian yang telah ditipu oleh kepura puraan, apakah kalian tak ingin bangkit dan melawan ?

begitu banyak kata kata sumbang yang keluar beriringan dari mulut mulut kalian

apakah kalian sudah terlanjur terbius dengan semua kebohongan ini? hingga mati rasa, tak peduli dirinya mulai rapuh, dan hanya diam  menunggu kematian

INGATlah kalian para pemuja kebodohan, seberapapun dungunya kalian, acuhnya kalian dengan sebuah perubahan namun kami takkandiam  kami akan terus berjuang mengaja kalian menuju jalan kebenaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s