cintaku bersemi dari FB (facebook)

Pagi ini ada sebuah cerita tentang dua sejoli yang sedang dimabuk cinta, tentang sebuah komitment dan sebuah pengorbanan.

Ngomonin cinta emang ga akan ada bosennya, semua akan berubah jadi indah, cuaca tiba-tiba jadi cerah, dan musimpun jadi kembali semi, dengan tumbuhnya bunga di sana sini, senyum sumringah juga datang menghiasi disetiap pojok  bibir ini, dan selalu mengharap cinta tak kunjung pergi.

Saya jadi teringat cerita tentang “Laila Majnun” sebuah cerita jelimet tentang hakikat sebuah cinta dan pencariannya. Bagaimana dikisahkan seorang pencari dan pemuja cinta begitu antusias dan rela berkorban untuk merealisasikan rasa cintanya. Hal ini menjadi sangat perlu untuk di waspadai bagi kita jangan sampai kita terlena dengan cinta karena jika sudah termakan rayuannya, maka bersiap-siaplah setan akan menertawai kita.

Virus merah jambu, begitu anak ABG bilang memang tak dinyana kalo rasa ini memang benar-benar bisa membuat kita terlena bagaimana kita tahu sebuah virus jika menyerang akan membuat si penderita akan terus terjangkit dan ini tergantung dari imunitas tubuh kita apakah kita mampu melawan sehingga virus itu meredam atau kita malah makin terjangkit dan menjadikan tubuh kita hancur oleh virus ini.

Nah cerita pagi ini adalah tentang seorang yang dimabuk cinta, sebuah kisah tentang seorang pemuda yang ingin segera melengkapi separuh agamanya, Rosululloh  saw. bersabda: “إذا تزوج العبد , فقد استكمل نصف الدين , فليتق الله فيما بقي” artinya : “Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separuh sisanya”

Wal hasil beliau menggunakan segala daya dan upayanya dengan mengeluarkan segenap potensinya untuk mencari calon pasangannya itu salah satu jalan yng beliau lakukan adalah via Fb (facebook), tak dinyana gayung bersambut dan peluangpun datang hingga beliau bertemu di dunia antah brantah itu (baca ; dunia maya / gaib) dengan seorang pemudi yang juga berniatan sama dengan beliau yang juga sedang mencari seorang imam dalah hidupnya. Terasa begitu cepat keinginan itu dengan jawabannya jadi teringat dengan sebuah hadits yang berbunyi;  “Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi] Dan akhirnya singkat cerita mereka akan menikah di akhir bulan ini

Kisah ini pun pernah ada sebelumnya dialami oleh seorang teman dalam satu organisasi dikampus dulu bagaimana keraguan dari pihak pengantin wanita pun sempat ada sampai-sampai seorang bibinya (tante) menghampiriku dan menanyakan padaku dengan nada interogasi dan tercium bau ketidak yakinan, secara baru kenal beberapa bulan via FB kok langsung manu di nikahi ; ? pertanyaan itu pun hingga kini juga kadang menggangu pikiranku, sebuah ikatan serius yang hanya diawali dari chating? tak tampak muka, ekspresi, atau apalah yang biasa di dlm fikiran orang jaman kini seperti kata seorang sahabat memutuskan berkenalan dan menikah via Fb itu seperti membeli kucing dalam karung apakah benar y? bisa jadi iya, kenapa karena kita tak tahu bagai mana dia karena saya jadi juga teringat dengan sebuah kajian yang menyatakan bahwa ” di dunia maya (baca;internet) orang akan berubah tabiatnya, bahkan kepribadiannya karena konon ini adalah bentuk dari aktualisasi diri yang tak tersampaikan di dunia nyata.

Terlepas dari semua itu, saya cenderung untuk tidak terlalu mempermasalahkan itu karena menurut saya kekuatan cinta dalam sebuah jalinan hubungan pernikah itu tidak harus dialui dengan sebuha ikatan pacaran yang umum dilakukan banyak orang hari ini. hal ini karena saya melihat bahwa banyak kita saksikan bagaimana

1. seorang artis yang berpacaran tahunan kemudian menikah dan baru beberapa tahun bahkan bulan sudah bercerai

2. pun ada seorang yang tanpa pacaran menikah juga sama bercerai

3. namun ada juga yang dilalui dg pacaran dan langgeng sampai meninggal juga ada yang langgeng tanpa pacaran sampai beliau meninggal.

dari sini timbul pertanyaan;

Cinta sejati itu apakah harus timbul karena proses pacaran ?

tentu jawabannya TIDAK, oleh karena itu para pemuja cinta yang telah salah kaprah termakan isu modernisasi yang rusak karena telah bermesraan dengan sekulerisme dalam hidupnya hingga menjadikan semua halal dalam pandangannya tanpa mengindahkan lagi nilai-nilai agama. Padahal agama kita ISLAM mengajarkan bahwa tujuan kita di dunia itu untuk beribadah Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku (Adz Dzariyat : 56) Kalaulah demikian sudah seharusnya setiap apapun yang kita lakukan di dunia ini hendaknya bermuara satu yaitu untuk beribadah kepada Allah swt.

 


 

 

One thought on “cintaku bersemi dari FB (facebook)

  1. cinta itu adalah realitas keabadian, tapi ia cenderung memudar dan menghilang karena manusia jatuh cinta pada pantulan cahaya Sang Kekasih., seorang pecinta harus mampu membedakan emas dari kilauannya.., (jalaludin rumi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s