Obrolan tempo hari di warung emak

Warung itu selalu menjadi saksi saat banyak kata kalimat dan tumpahan suka cita sering menggaung di warung itu, banyak tema yang sering mendadak di bahas walau nampak tak dimulai dengan mukodimah namun selalu asik untuk di ikuti, em,,,,

BEJO            : Man kamu kok lesu terus kenapa? kaya ga punya semangat hidup!!

SUJIMAN   : Yah… beginilah JO…, nasib orang miskin, “hidup saya memang ditakdirkan begini, ga  berkembang-berkembang, ga kaya kamu, mungkin ini jadi takdir”

BEJO            : Lo…lo…lo (sambil geleng kepala) piye koe MAN, belum apa-apa kok sudah banyak ngeluh, kamu ini masih muda lo MAN, ibarat pohon kelapa kita ini masih tunas, masih ada banyak kesempatan kita untuk tumbuh jadi pohon kelapa yang tinggi dan produktif.

SUJIMAN   :  Eh.. JO, sudah berulangkali saya ini ngikutin saranmu untuk melakukan perubahan sana sini tapi kamu liat sendiri to hasilnya. KOSONG…., semuanya bagus diawal tapi dipertengahan dan akhirnya jadi gini lagi-gini lagi.

BEJO            : em….(sambil geleng kepala)

Setiap orang setuju dengan pernyataan “Setiap orang pasti ingin berubah”,  ini menjadi normal (lumrah) karena sudah menjadi tabiat manusia menyukai lingkungan atau kondisi yang nyaman.  Tetapi jika melihat dialog diatas sepertinya menjadi lain karena nampaknya ada saja orang seperti Sujiman yang terlihat seperti bosan dengan perubahan.

Ini menarik karena ternyata ada saja yang berfikir lain, perlu di garis bawahi bahwa pernyataan tersebut bukan muncul karena kesadaran yang dalam, namun muncul karena proses kejenuhan yang sifatnya sesaat. Perlu diketahui bahwa dalam sebuah realita kehidupan perubahan ternyata tidak selamanya berujung dengan kebahagiyaan yang instan, adakalanya proses menuju kedalam perubahan itu melalui sebuah perjuangan yang panjang, dan menjadi mugkin bahwa perubahan hanya akan dinikmati oleh orang-orang yang benar-benar punya mental pejuang, yang tak berhenti melangkah saat godaan banyak menghadang  yang tak mudah terpalingkan saat tujuan utama belum tercapai (fokus pada tujuan).

Perubahan itu adalah sebuah keniscayaan yang akan terus terjadi, Sejalan dengan itu menjadi pengetahuan bersama bahwa suatu ciri yang pasti bahwa mahluk hidup itu tumbuh dan berkembang, bergerak dan butuh makan, sehingga pilihan yang harus kita lakukan adalah berubah karena pilihannya hanya dua ; berubah atau dirubah.

seorang manusia tidak akan berfikir untuk melakukan perubahan kecuali jika dia memahami bahwa dalam kehidupannya terdapat realita yang rusak atau buruk, atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dan siapapun tahu bahwa kaum Muslim saat ini dikungkung oleh realita yang rusak, sistem yang kufur, iman yang lemah, dan pemahaman yang dangkal mengenai kehidupannya di dunia maupun akhirat.

Banyak faktor yang melandasi seseorang untuk melakukan sebuah perubahan, salah satunya terjadi karena pertama ;faktor ancaman yang ini menyebabkan seseorang  mau tidak mau harus berubah, kedua; faktor kesempatan, namun ada yang lebih substansial dalam sebuah perubahan yaitu faktor yang ketiga; sebuah kesadaran yang dilandaskan pada pemikiran.

Sepertinya kurang tepat jika ada pernyataan “sudahlah mungkin ini takdir saya seperti ini, biarlah saya terima dengan ikhlas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s