antara syukur & benci

Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang- bintang

dan mulai turun setetes air langit dari tubuhnya

Tanpa sadar hangatnya malam karena kuasaMu takkan habis sampai waktu perjalanan ini

***

Memang naif jika mengeluh itu lebih sering muncul ketimbang syukur, walaupun ini semua muncul karena pengaruh perasaan namun keduanya punya derajat kemulyaan yang berbeda.

Syukur itu bentuk dari ungkapan ketundukan seorang hamba kepada Pencipta, yang telah memberikan segalanya untuknya, berupa warna-warni hidup yang telah dinikmatinya selama ini. Ada juga yang berpendapat kalau syukur itu sebuah ungkapan hati yang menggambarkan kebahagiyaan karena telah diberikan setitik kenikmatan hidup. Ungkapan syukur menjadi lazim di ungkapkan sebagai bentuk kepantasan yang harus dilakukan sebagai sebuah balasan kecil yang sepontan dilakukan namun nyatanya kepantasan ini banyak salah arti sehingga kenyataannya menjadi disorientasi.

Sedangkan mengeluh itu keterbalikan dari bersyukur,   yang selalu diungkapkan lebih sering ketimbang syukur itu, walaupun pada kenyataannya faktor yang membentuk terwujudnya perasaan mengeluh ini jauh lebih sedikit jika di bandingkan dengan syukur, hal ini mungkin terjadi karena kecongkakan seorang hamba dengan segala keterbatasannya. Mengeluh biasanya dijadikan sebuah tameng yang menggambarkan kerapuhan yang berbentuk sebuah pembenaran-pembenaran yang dilakukan sebagai sebuah kewajaran dalam melalui warna kehidupan, dan seolah-olah pengeluh ini menutup mata terhadap nikmat yang telah dia rasakan selama ini.

Bersyukur atau mengeluh adalah sebuah pilihan,

Dalam kehidupan kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang mebuat kita harus cerdik memilih. kiat adalah mahluk yang diciptakan sangat luar biasa yang punya banyak keberuntungan menurut saya, diantaranya adalah kebebasan menentukan pilihan, walaupun dalam setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Sebagai mahluk yang cerdik seharusnya kita akan memilih sesuatu yang menguntungkan bukan?

Menurut saya sebuah keputusan itu akan berdampak ganda bahkan mungkin double ganda? karena setiap keputusan itu tak mungkin berdampak pada satu lini karena kita ini mahluk hidup yang bertabiat sosial yang tak bisa terpisah dengan yang lain. Begitu pentingnya sebuah pilihan seharusnya membuat kita semakin teliti dalam membuat pilihan. Tingkat kebenaran sebuah pilihan ditentukan oleh seberapa kuat standar yang melandasi pilihan itu diambil, kuat lemahnya sebuah pilihan itu tergantung dari siapa standar itu berasal, apakah berasal dari Sang Pencipta atau dari manusia.

Hidup ini terlalu indah untuk di tangisi,

Hari ini mungkin tak sedikit orang yang menyesali pilihan hidupnnya, namun juga tak sedikit orang yang selalu menikmati hidupnya. Kenapa kita harus terpuruk dalam kesedihan jika dibalik dunia sana ada cahaya kebahagiyaan yang menunggu untuk kita raih.

Tersenyumlah, karena masih banyak warna yang harus kita goreskan dalam kanvas kehidupan.

[JTN*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s