Keprihatinan kaum mayoritas

Mungkin tidak pernah terbayangkan dalam benak kaum Muslimin, sejak generasi sahabat ridwanulloh ‘alaihim hingga dua generasi yang lalu, bahwa negara Khilafah Islam, yang selama lebih dari 13 abad menjadi sandaran, penjaga dan pelindung kaum Muslimin, dan menjadi pilar utama ditegakkannya sistem hukum Islam, akan runtuh. Padahal, Rasululloh saw. beserta para sahabat, selama belasan tahun menguras tenaga, fikiran, strategi, dan taktik, bahkan seringkali mengorbankan harta maupun jiwa untuk membangun Daulah Khilafah Islamiyah. Upaya tersebut terus dilakukan dengan jalan memperkuat bangunan Daulah, melebarkan pengaruhnya keseluruh penjuru dunia,

dan memperhtahankannya dari serangan musuh -musuh Islam. Bayangkan selama 1000tahun eksistensi negara Khilafah Islam, sudah ribuan darah para syuhada ditumpahkan. Itu semua dilakukan dalam rangka mempertahankan dan menjaga bangunan negara Khilafah agar tetap tegak.

Sedemikian rupa sikap keras dan tegas para sahabat menjaga benteng negara Khilafah dan kepemimpinannya, sampai-sampai tatkala Rasululloh saw wafat, mereka segera bereaksi, mencari pengganti Rasululloh asw dalam aspek pemerintahan, yaitu sebagai kepala negara khilafah. Mereka menunda pemakaman dan pengurusan jenazah Rasululloh saw. meski hal itu juga tergolong perkara yang harus segera diselesaikan dan memprioritaskan pemilihan pengganti Rasululloh saw di Syaqifah Bani  Sa’idah , hingga di bai’atnya Abu Bakar ash Shiddiq ra. sebagai Kalifah kaum Muslim.
Namun kini, kaum Muslim hidup tanpa adanya institusi negara Khilafah Islam. Lebih menyakitkan lagi, sebagian besar kaum Muslimin tidak pernah mendengar dan membayangkan keagungan penerapan sistem hukum Islam dalam naungan negara Khilafah Islam. Untuk mengenal puing-puing bangunan negaranya saja melalui sejarah dan syaqofah Islam sangat sulit. Ditambah dengan kondisi kaum Muslim kini yang lahir bukan dalam kebesaran negara Islam, di didik dengan kurikulum musuh-musuh Islam, di cekoki dengan pemikiran pemikiran -pemikiran kufur dan sekuler, diasuh oleh peradaban barat hedonis materialis, dan dibesarkan dengan sistem hukum,sosial,dan politik kufur. Ini menjadi tidak mengherankan apabila generasi kaum Muslimin saat ini tidak mengenal lagi negara Khilafah Islam, asing dengan kultur dan tsaqofah Islam, jauh dari kehidupan dan akhlak Islam, malah cenderung phobi, sinis, antipati, dan memusihi ajaran agama yang mereka anut. Sungguh kondisi umat saat ini berada pada titik nadir yang paling rendah, sepanjang sejarah Islam.
Sistem hukum Islam dikebiri, identitas Islam dan kaum Muslimin dipasung dan ditindas, sedangkan institusi negara Khilafah yang akan membelanya telah diruntuhkan. Kini kauum Muslimin hidup dengan memikul dosa yang amat berat. Semua ini adalah implikasi langsung dari lenyapnya Islam Politik, Islam Ideologis dalam bingkai Daulah Khilafah Islam disamping tidak adanya juga seorang khalifah yang memerintah kaum Muslimin berdasarkan Alquran dan Assunnah. [jtn1003]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s