Pokoknya Bisa Nonton lady gaga

Pokokonya bisa nonton lady gaga, begitulah salah satu tulisan yang muncul di salah satu media cetak nasional  pagi ini, tampaknya gema kedatangan penyanyi asal Amerika Serikat itu membuat ribuan orang rela mengantre tiket konsernya, bahkan hujan deras yang mengguyur Jakarta kemarin tidak menyurutkan niat para penggemar artis yang selalu berpenampilan seronok ini. Bahkan mereka rela merogoh kocengnya cukup lumayan hanya untuk menonton aksi panggung artis yang seronok ini, bisa di bayangkan harga tiketnya saja dibandrol Rp. 465.000 sampai Rp. 2.250.000, bukan merasa rugi tapi duyunan para pengantri itu malah nampak sumringah dan bersemangat.

Saya jadi cukup tergeleng membaca berita ini, bagaimana banyak orang dengan bangga dan puas melakukan kemaksiatan. Saya sempet berfikir sejenak tentang tulisan saya tadi malam tentang gambaran ketiadaan Khilafah yang akan menjadi pembebas itu. Saya rasa Rosululloh, para sahabat, dan para pendahulu Islam pasti akan menangis jika melihat umat yang akhir zaman ini bukan meneruskan perjuangan mereka malah menodai dan melumurinya dengan kemanksiatan. Memang cukup signifikan sekali dampak dari ketiadaan Khilafah bagi ummat bagaimana digambarkan ummat Muslim kini seperti anak ayam yang kehilangan induknya, terombang-ambing mencari perlindungan, hanya untuk bisa hidup dan bertahan tak perduli mau dicekoki oleh pemikiran apa yang jelas bisa hidup layak, mungkin gambarannya demikian alhasil didikannyapun mengakibatkan kamu Muslim kini nampak soleh di Majelis namun begitu bejad diluar, naudzubillah, semoga Allah swt. Memaafkan kita, menyadarkan mereka dan membuat para pejuang Islam semakin militan mendakwahkan Islam yang benar.

Budaya hidup sekuler kini makin menjadi-jadi, hedonisme manjadi sebuah keharusan, dan permisifme menjadi standar prilaku mereka. Kalaubegitu apa bedanya manusia yang seharusnya bisa mulia dengan Islam ini dengan binatang? Yang kalaua mau dilihat aktivitasnya tak jauh beda dengan kondisi masyarakat kini, yang penting enjoy,  begitulah yang mereka inginkan dan kampanyekan. Alasannya “demi menikmati hidup ditengah himpitan ekonomi dan tuntutan zaman”, ah.., sebuah alasan klasik yang selalu dibuat-buat.

Saya fikir hanya seorang pengecut yang mengatakan bahwa semua itu harus terjadi dan cukup mengatakan “ ya sudahlah, kita nikmati saja Demokrasi di negeri ini, ibadah saja yang rajin solatnya dibenerin, infaknya yang banyak dan terus memohon pertolongan sama Allah, semoga Islam segera tegak tapi tak melakukan perjuangan yang mengarah pada berdirinya Daulah Khilafah”  karena malu untuk tidak mengatakan   malas berjuang karena sudah terlena dengan rayaun sekulerisme dan buayan kehidupan hedonis ala Demokrasi ini.

Ah…, rupanya memang benar pemerintah tak peduli dengan budaya yang menyesatkan yang dibawa oleh artsi –artis luar itu, yang disadari atau tidak sudah menjadi arah kiblat para pemuda/di negeri ini. Sesuatu yang pasti harus kita lakukan kini adalah berjuang bersama untuk kembali membebaskan mereka dari cengkraman Ideologi sesat kapitalisme ini dengan menggantinya keIdeologi Islam, dan semoga pejuangnya akan selalu ada, makin kuat dan konsisten dalam menyebarkan pengaruhnya. [amin]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s