Sampai dimana ya?

Sudah berada dilevel mana kamu hari ini  tri ?

Pertanyaan sederhana ini pernah membuat saya bingung untuk menjawabnya. Bingung bukan karena tak tahu jawabannya namun bingung untuk memulai dengan kata-kata apa untuk menjawabnya.

Saya sendiri sering mempertanyakan pertanyaan ini kepada diri sendiri, sembari menatap dalam sebuah buku biru dengan cover bertuliskan “my dream book 2012” yang ada di depan saya saat itu. Sembari sesekali tersenyum dan juga kadang sedikit kecewa, saya buka selembar demi selembar dan coba di hayati kalimat perkalimat dalam paragraf yang tersusun tak beraturan dan ramai dengan tinta warna-warni.

Saya melakukan ini sebagai sebuah bentuk evaluasi diri, seperti yang pernah di contohkan oleh ust. Asep guru ngaji saya dulu. Beliau mengatakan “waktu kita ini berharga, maka aturlah waktu dengan baik dan tempatkan semua rencana pada porsi yang benar”.

Ada yang berpendapat, “jalani aja semuanya dengan enjoy” hingga muncul sebuah pepatah “laluilah hidup ini seperti air yang mengalir, jangan terlalu diambil pusing” Sejujurnya saya tak sependapat dengan yang ini, kalaulah boleh mengambil contoh yang digagas oleh pak Jamil, beliau mengatakan “buat proposal hidup agar hidup lebih terarah, lawong kalau kita ingin membuat acara besar saja pakai perencanaan dan proposal apalagi hidup kita ini”
Saya berfikir begini, Allah swt. Akan meminta kepada umat manusia di akhir zaman nanti terkait dengan pertanggung jawaban umur, waktu, dll yang telah Allah berikan kepada kita di dunia, oleh karenanya saya kadang takut kalau dengan pemberian Allah ini malah saya biarkan berlalu begitu saja lalu bagaimana nanti saya harus menjawabanya?

Hidup ini singkat
Saya teringat dengan perkataan seorang teman pagi tadi “dulu saya masuk kuliah, Asep baru SMP, Sekarang Saya masih kuliah eh….si Asep juga kuliah” (sambil geleng-geleng) lalu dia menambahkan “cepet banget ya ga kerasa ternyata sudah lama saya di sisni”.

Waktu berlalu memang singkat namun yang terpenting menurut saya, adalah bagaimana membuat cerita dalam perjalanan waktu itu menjadi makin indah. Dan keindahan itu bukan sesuatu yang datang hanya karena kepuasan batin semata, namun keindahan yang datang atas keridhoan Sang Maha indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s